Seringkali kita merasa bingung ketika pertama kali membuka sebuah software yang baru kita kenal. Perasaan sedikit bingung juga saya alami ketika pertama kali membuka QGIS, meskipun saya sudah mengenal beberapa software GIS berbayar sejak 1996. Hal yang pertama ingin kita lakukan dengan software GIS biasanya adalah membuka sebuah peta digital untuk pertama-tama kita amati pola keruangannya.

Ternyata QGIS tergolong agak rumit dalam membuka sebuah file peta digital. Hal ini disebabkan oleh karena QGIS menyediakan menu/tombol tersendiri untuk tipe data yang berbeda-beda. Harus diakui bahwa ini adalah salah satu kekurangan QGIS dibanding software berbayar. Untuk tahu kelebihan atau kesetaraan QGIS dengan software berbayar bisa dilihat disini. Dan sayapun kadang masih suka salah memilih menu atau tombol yang tepat untuk tipe data yang ingin dibuka.



Bagi yang sudah mengenal GIS maka akan mengerti bahwa ada dua tipe data utama untuk menyajikan peta digital yaitu vektor dan raster.  QGIS menyediakan menu dan tombol tersendiri untuk membuka masing-masing tipe data tersebut. Selain itu terdapat pula tipe data dalam format geodatabase, peta dari website, data spasial dari file delimited dan virtual layer. Total ada 15 tipe data spasial yang bisa dibuka melalui menu yang berbeda (Layer --> Add Layer). Selain melalui menu, tersedia pula tombol-tombol pada toolbar di bagian kiri atas dari QGIS untuk membuka setiap jenis data. Berikut gambar yang menunjukkan menu file dan tombol toolbar untuk membuka peta digital:




Namun kita tidak perlu merasa bingung untuk menghapalkannya. Kemungkinan kita tidak akan pernah menggunakan sebagian besar dari menu atau toolbar tersebut, karena sebagian besar merupakan menu-menu untuk membuka file geodatabase yang berbeda-beda jenisnya. Pada postingan ini saya hanya akan fokus pada tipe-tipe data spasial vektor, raster dan WMS. Kalaupun ada kesempatan membahas sedikit tentang delimited file dan geodatabase, khususnya SpatiaLite geodatabase.

Langsung saja kita coba untuk membuka file dengan format vektor. Baik melalui menu Layer --> Add Layer --> Add Vector Layer... maupun melalui toolbar Add Vector Layer di kiri paling atas, maka akan terbuka jendela baru. Disini kita bisa menentukan sumber data kita apakah berupa file, direktori, database atau protocol, kita biarkan sesuai default karena kita ingin membuka sebuah file. Pada form Dataset, kita bisa klik tombol Browse untuk mencari file peta yang ingin kita buka. Ini akan membuka jendela Open an OGR Supported Vektor Layer. Ketika kita ingin memilih format fie vektor, maka akan muncul banyak sekali jenis data vektor yang bisa dibuka oleh QGIS. Format file vektor yang paling familiar bagi kita biasanya adalah shapefile yang merupakan tipe file vektor buatan ESRI. Selain itu dapat pula dibuka file dengan format Autocad dxf, Mapinfo, KML, GPS eXchange Format (gpx) dan bahkan file yang di-zip juga bisa dibuka.
Jendela Add Vector Layer

Data vektor format shapefile yang telah terbuka

Peta digital dalam format raster dapat dibuka dengan proses yang sama dengan peta vektor. Kita hanya perlu memilih menu  Layer --> Add Layer --> Add Raster Layer... atau menklik tombol Add Raster Layer pada toolbar disebelah kiri. Format data raster yang bisa dibuka juga beragam, hampir dari semua software GIS dan penginderaan jauh dapat dibuka di QGIS. Dari mulai GeiTiff, ASCII, Arc/Info Grid, ERDAS, JPEG JFIF, Idrisi, R Object, SRTM, SAGA Grid dan sebagainya.
Untuk Latihan, data vektor dan raster dalam postingan ini dapat diunduh di Google Drive.

Tombol Add Raster Layer

Jendela Open a GDAL Raster Data


Citra Raster Landsat 8 Komposit Warna 563



Selain kedua tipe data spasial tersebut, QGIS juga mampu membuka peta/citra digital yang tersedia di internet melalui protokol Web Map Service (WMS). Kebanyakan peta digital dalam format WMS dapat dibuka apabila kita memiliki akses ke server mereka. Namun begitu, terdapat beberapa situs yang menyediakan akses WMS secara gratis. Sebagai contoh akan kita buka peta geologi wilayah California dari USGS. Bukalah menu  Layer --> Add Layer --> Add WMS/WMTS Layer...  atau melalui tombol toolbar di sebelah kiri:


Setelah Jendela Add Layer from a WMS Server terbuka, klik tombol New untuk membuat koneksi baru. Akan terbuka jendela Create a new WMS connection dimana kita diminta memasukan nama server dan alamat linknya. Untuk nama pada kolom Name bisa kita isi bebas (mis MRData USGS), dan kolom URL kita isi alamat web WMS (http://mrdata.usgs.gov/services/ca?version=1.1.1&). Klik OK dibagian kanan bawah dan kemudian klik Connect untuk membuat sambungan ke server WMS ini.


Setelah koneksi berhasil dibuat, akan muncul daftar layer yang bisa ditampilkan. Kita klik baris paling atas (angka 0) untuk membuka semua layer dan klik Add di bagian kanan bawah.


Berikut tampilan peta geologi wilayah California yang diakses melalui server WMS..