Banyak sekali data yang memiliki keterkaitan dengan keruangan namun hanya tersimpan dalam format tabel. Data statistik hingga tingkat kecamatan, data kesehatan dari rumah sakit atau puskesmas, data hasil survei suatu lembaga merupakan beberapa contoh data sosial yang umumnya memiliki informasi lokasi (desa, kecamatan, kabupaten atau propinsi) dalam salah satu kolomnya. Data tersebut dapat dimasukkan ke dalam sistem GIS dengan cara menggabungkan tabel tersebut kedalam tabel atribut dari suatu peta digital.

Dalam GIS, proses tersebut dikenal juga sebagai Join Table. Agar proses ini dapat berjalan dengan baik, maka dua persyaratan berikut harus dipenuhi:
1. Kedua tabel harus memiliki field/kolom dengan atribut yang sama.
2. Harus ada hubungan one-to-one atau many-to-one antara kedua tabel.


Dalam kesempatan ini akan dipraktekkan penggabungan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Timur yang bisa di lihat dan diunduh pada website BPS ini. Namun demikian, data tabel dalam format excel tersebut telah saya modifikasi dengan menambah kolom 'Kode' agar persyaratan pertama dari Join Table dapat terpenuhi. Selain itu, nama-nama kolom (field header) yang hanya terdiri dari angka (mis:2014) saya tambahi huruf didepannya (menjadi: th2014) agar QGIS mampu mengenali baris pertama tersebut sebagai nama-nama kolom. Tabel IPM dan peta kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tersebut dapat diunduh di Google Drive.

Berikut adalah langkah-langkah penggabungan (memasukkan) data excel ke dalam peta dijital di QGIS:

1. Ekstrak file zip yang berisi kedua data tersebut. Dengan menggunakan menu Layer --> Add Layer --> Add Vector Layer.. buka file jatimIPM.xls dan jatimKab38.shp secara bersama ke dalam QGIS.



2. Klik kanan peta jatimKab38.shp dan pilihlah Properties. Pada jendela Layer Properties, pilihlah tab Join.



3. Klik tombol Add Join (tanda plus hijau di kiri bawah). Aturlah parameter Join Layer, Join Field, dan Target Field seperti pada gambar dibawah ini. Join Layer adalah nama file excel yang akan digabungkan ke peta, Join Field adalah kolom pada tabel excel yang memiliki data yang sama dengan tabel atribut peta dan Target Field adalah kolom di tabel atribut peta yang memiliki data yang sama dengan kolom di tabel excel. Kita bisa memilih kolom-kolom tertentu saja yang akan dimasukkan ke atribut peta dengan mencentang Choose which field are joined. Biarkan seperti default apabila ingin menggabungkan seluruh kolom. Pada bagian Custom field name prefix, ubahlah prefix dari nama kolom agar sesingkat mungkin namun masih bisa kita pahami.




4. Setelah selesai, daftar operasi join ini akan muncul di tab Joins. Atribut dari file
spreadsheet akan ditambahkan di tabel atribut peta. Kita bisa mengeceknya dengan klik kanan peta jatimKab38 kemudian pilih Open Attribute Table. kolom-kolom tambahan dari tabel excel memiliki prefix yang telah kita tentukan pada namanya.


5. Tabel join ini hanya bersifat sementara, kita bisa menghilangkan kolom-kolom dari tabel excel dengan menekan tombol Remove Join (simbol minus warna merah pada jendela Join pada langkah no 2). Ketika project ini tidak disimpan dan kita menutup QGIS, maka kolom-kolom dari tabel excel juga akan hilang ketika kita membuka kembali peta jatimKab38. Apabila kita ingin menyimpan beberapa kolom yang memiliki data yang kita butuhkan secara permanen, maka kita bisa menyalin kolom-kolom tersebut ke dalam tabel atribut peta. Pada langkah ini akan kita praktekkan menyalin sebuah kolom yaitu IPM setiap kabupaten di Jatim pada tahun 2014. Klik tombol Toggle editing mode di deretan toolbar paling kiri, kemudian klik tombol New field (toolbar keempat dari kanan).



6. Berilah nama pada kolom yang akan dibuat (contoh: IPM2014), tentukan tipe data yang ada pada kolom tersebut (Decimal number/real), panjang kolom (mis: 6 karakter) dan presisi dari bilangan desimal (2 angka dibelakang koma). Klik OK untuk menambahkan kolom baru pada data atribut peta.


7. Klik tanda panah hitam di kolom paling kiri dibawah toolbar dan pilihlah kolom yang baru dibuat (IPM2014). Pada kolom kedua di sebelah kanan tanda = pilihlah kolom yang ingin disalin (jatimIPMth2014). Kemudian klik tombol Update All disebelah kanan kolom untuk mengeksekusi penyalinan seluruh data dari kolom hasil join table.


8. Setelah isi kolom dari tabel excel tersalin ke kolom yang baru, klik kembali tombol Toggle editing mode untuk menghentikan proses editing. Kita bisa menghilangkan kolom-kolom dari tabel excel apabila sudah tidak dibutuhkan lagi dengan mengulangi langkah no 2 dan menekan tombol Remove join (tanda minus warna merah) pada bagian kiri bawah.


9. Kini kita bisa menampilkan data IPM tahun 2014 tersebut dalam bentuk peta dengan gradasi warna, daerah dengan angka IPM rendah akan ditampilkan dengan warna merah sedangkan daerah dengan angka IPM tinggi akan ditampilkan dengan warna hijau. Klik kanan peta jatimKab38 dan pilih Properties. Kali ini pilih tab Style untuk mengatur tampilan peta. Pada bagian paling atas, pilihlah jenis stylingnya menjadi Graduated. Pada bagian Column pilihlah IPM2014. Selanjutnya pilihlah komposisi warna RdYlGn pada Color ramp. Terakhir klik tombol Clasify dibawah kolom Mode Equal Interval. Klik tombol OK di bagian bawah untuk menjalankan pengaturan tersebut.


10. Kini peta Provinsi Jatim memiliki variasi warna berdasarkan nilai IPM masing-masing kabupaten/kota.


11. Namun demikian, penyajian data dengan gradasi warna ini bersifat relatif. Dengan data yang sama, akan terlihat sedikit berbeda tampilannya apabila pengaturan klasifikasinya berbeda. Sebagai contoh, kita kembali klik kanan peta jatimKab38 dan pilih menu Properties, kemudian buka tab Style. Ubahlah Mode menjadi Quantile (Equal Count), tambahkan jumlah kelas (Classes) menjadi 7 dan klik kembali tombol Classify. Klik OK.


12. Sekarang bandingkan tampilan peta hasil klasifikasi dengan metode Quantile (7 kelas) berikut dengan hasil klasifikasi dengan metode Equal Interval (langkah no 10). Akan terlihat beberapa daerah mengalami perubahan warna yang bisa mempengaruhi persepsi IPM daerah tersebut. Silahkan coba ulangi langkah no 9 untuk mencoba-coba Mode klasifikasi yang lain dan juga jumlah kelas yang berbeda.


13. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya klasifikasi yang baku sehingga siapapun yang menyajikan peta akan menghasilkan tampilan yang sama. Saya tidak menemukan adanya klasifikasi IPM yang terstandar, tapi di halaman wikipedia IPM diklasifikasikan per 5 point. Kita akan klasifikasikan nilai-nilai IPM per 5 point melalui tabel atribut. Klik kanan peta jatimKab38 dan pilihlah Open Attribute Table. Buatlah dua buah kolom baru seperti pada langkah no 5 dan 6 (Klik tombol Toggle editing mode di deretan toolbar paling kiri, kemudian klik tombol New field). Kolom pertama diberi nama Kelas dengan type Whole number (integer) dan panjang kolom 5. Kolom kedua diberi nama Keterangan dengan type Text (string) dan panjang kolom 20.


14. Pertama kita akan memilih daerah-daerah dengan nilai IPM antara 60.0 - 64.99 dan memberi nilai pada kolom kelas "60" dan pada kolom keterangan diberi nilai  'Kelas Satu'. Klik tombol Select features using an expression (no 1 pada gambar dibawah ini). Akan muncul jendela Select by expression, bentangkan baris Fields and Values (no 2) dan klik dua kali kolom IPM2014 (no 3). Bentangkan baris Operators (no 4) untuk memunculkan operator-operator >=, AND dan <= (no 5). Aturlah hingga pada kolom expression terbentuk ekspresi: IPM2014 >= 60 AND  IPM2014 <= 64.99. Klik tombol Select (no 6) untuk mengeksekusi pemilihan kolom tersebut.


15. Pada seleksi pertama ini, terpilih satu baris yang memenuhi kriteria dari ekspresi yang dibuat. Klik tanda panah hitam di kolom paling kiri dibawah toolbar dan pilihlah kolom yang baru dibuat (Kelas). Pada kolom kedua di sebelah kanan tanda = isilah dengan angka 60. Kemudian klik tombol Update Selected agar hanya baris yang terpilih yang terpengaruh update ini (perhatikan angka 1, 2 dan 3 pada gambar dibawah ini). Ulangi langkah tersebut untuk mengisi kolom keterangan (perhatikan angka 4,5 dan 6 pada gambar dibawah ini). Perlu juga diperhatikan, karena kolom Keterangan bertipe text/string, maka isi dari kolom ini harus diberi tanda petik tunggal ('Kelas Satu'), perhatikan angka 5 pada gambar.


16. Ulangi langkah no 14 dan 15 sehingga seluruh baris terklasifikasi. Daerah yang memiliki angka IPM 65-69.99 memiliki Kelas 65 dan Keterangan 'Kelas Dua'. Daerah dengan angka IPM 70-74.99 memiliki Kelas 70 dan Keterangan 'Kelas Tiga'. Daerah dengan angka IPM 75-79.99 memiliki Kelas 75 dan Keterangan 'Kelas Empat'. Klik tombol Deselect All untuk menghilangkan pemilihan baris-baris pada tabel dan setelah itu klik tombol Toggle editing mode untuk menghentikan proses editing.


17. Sekarang kita akan tampilkan peta berdasarkan klasifikasi yang telah kita buat. Klik kanan peta jatimKab38 kemudian pilih Properties dan klik tab Style.  Pada bagian paling atas, pilihlah jenis stylingnya menjadi Categorized. Pada bagian Column pilihlah Kelas. Selanjutnya pilihlah komposisi warna RdYlGn pada Color ramp. Terakhir klik tombol Clasify dibawah kolom symbol. Klik tombol OK di bagian bawah untuk menjalankan pengaturan tersebut.


18. Berikut adalah tampilan peta Jatim berdasarkan klasifikasi angka IPM per 5 point.