Data GIS terdiri dari dua bagian, selain tampilan peta yang sering kita lihat juga terdapat data atribut (tabel) yang ada di balik layar. Tanpa adanya tabel yang menyimpan informasi suatu fenomena di permukaan bumi, maka peta tersebut tidak memiliki makna atau hanya menjadi sebuah 'peta buta' seperti istilah di Sekolah Dasar dahulu. Agar kita lebih mengenal bagaimana data atribut berperan penting dalam GIS maka pada postingan ini saya akan berbagi tentang query data pada tabel atribut.

Dalam latihan ini akan kita gunakan peta kawasan lindung yang dapat didownload dari  https://www.protectedplanet.net/ dan peta wilayah Indonesia. Saya sudah memotong peta kawasan lindung wilayah Indonesia serta menyiapkan peta wilayah Indonesia dalam ZIP file yang bisa didownload di Google Drive. Setelah didownload, file tersebut tidak perlu diekstrak, QGIS mampu membuka file yang disimpan dalam format zip. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Gunakan menu/toolbar Add Vector Layer.. untuk membuka kedua peta tersebut.


2. Pilih tombol Browse pada kolom Source/Dataset di jendela baru, dan pilihlah file zip hasil download tersebut.


3. Kembali akan muncul jendela untuk memilih peta yang mana di dalam file zip tersebut yang akan dibuka, pilih tombol Select All kemudian tombol Ok.


4. Kedua peta akan terbuka di QGIS, aturlah agar layer wilayah Indonesia berada di bawah layer WDPA Indonesia.


5. Bukalah tabel atribut dari peta kawasan lindung dengan cara klik kanan peta WDPA_IDN kemudian pilih Open Attribute Table... atau melalui toolbar bergambar tabel di kanan atas.


6. Dari gambar tabel berikut terlihat bahwa peta kawasan lindung tersebut memiliki 574 fitur (dalam hal ini 574 poligon). Kita akan mencoba melakukan query berdasarkan jenis kawasan lindungnya sehingga kita akan menggunakan kolom DESIG_ENG.


7. Untuk memulai pemilihan fitur-fitur dengan atribut tertentu (query), tekan tombol Select features using an expression pada deretan toolbars yang kelima. Rumus-rumus atau ekspresi yang digunakan untuk memilih satuan-satuan peta mirip dengan bahasa SQL.


8. Pada jendela Select by expression, buka bagian Fields and Values (1) pada bagian tengah sehingga akan muncul nama-nama kolom yang ada pada tabel peta ini. Klik dua kali kolom DESIG_ENG (2) sehingga nama kolom tersebut akan muncul pada kotak ekspresi di bagian kiri. Setelah itu klik tombol dengan simbol sama dengan (=) di kiri atas (3). Untuk menampilkan seluruh nilai-nilai (values) yang ada pada kolom tersebut, klik tombol all unique di bagian kanan bawah (4), kemudian klik dua kali nilai 'National Park' (5). Sehingga dalam kolom expression akan terlihat ekspresi: "DESIG_ENG"   =  'National Park' . Klik tombol Select di kanan bawah untuk mengeksekusi query ini.


9. Seluruh kolom DESIG_ENG bernilai National Park akan terpilih, terlihat pada tabel baris-baris yang terpilih akan berwarna biru dan pada peta poligon-poligon yang terpilih akan berwarna kuning. Di bagian paling atas dari tabel akan terlihat informasi jumlah kenampakan yang terpilih yaitu 45 buah dari total 574 poligon. Apabila kita ingin mengamati baris-baris yang terpilih saja, maka klik pada bagian kiri bawah dengan simbol filter dan pilihlah Show Selected Features.


10. Selain wilayah dengan status sebagai National park, kita juga tertarik untuk mengamati area dengan status sebagai Nature Reserve. Maka kita kembali mengerjakan seperti langkah nomor 8, namun ekspresi dari query kita ubah menjadi "DESIG_ENG"   =  'Nature Reserve', dan pada tombol Select kita pilih tanda panah di sebelah kanannya kemudian kita pilih Add to selection. Query ini bisa juga dilakukan dalam satu langkah dengan membuat ekspresi: "DESIG_ENG"   =  'National Park'  or "DESIG_ENG"   =  'Nature Reserve'.


11. Saat ini terpilih 244 poligon yang merupakan National park dan Nature Reserve di Indonesia dari total 574 Protected Areas. Kita juga bisa melakukan query kepada poligon-poligon yang telah terpilih oleh operasi query sebelumnya. Sebagai contoh kita akan memilih National Park atau Nature Reserve yang memiliki nilai pada kolom GIS_AREA lebih besar dari 60. Kembali kita buka jendela Select by expression seperti yang telah dijelaskan pada langkah nomor 7. Hapus semua ekspresi yang masih ada dan kita ganti dengan  "GIS_AREA" > 60. Kemudian jangan lupa untuk menekan tanda panah disebelah tombol Select untuk memilih Select within selection. Saat ini poligon yang terpilih berkurang menjadi 109 buah.


12. Kita akan melanjutkan query data atribut ini dengan spatial query. Pertama-tama kita harus pastikan bahwa plugin spatial query sudah diaktifkan. Pilihlah menu Plugins kemudian pilih Manage and Install Plugins.... Pada kolom search, ketiklah spatial query dan apabila plugin ini belum diaktifkan maka centanglah plugin ini.


13. Sekarang kita harus memilih wilayah Pulau Sulawesi dari peta indo_poly.shp. Klik kanan layer ini kemudian pilih Open Attribute Table... Kita ulangi langkah nomor 7 dan 8 untuk melakukan query Pulau Sulawesi dari peta indo_poly.shp dengan menggunakan ekspresi:"IslandsMaj"   =  'Sulawesi'. Berikut tampilan peta hasil query peta WDPA_IDN dan indo_poly. dimana daerah yang terpilih terlihat dengan warna kuning.


14. Untuk melakukan spatial query, bukalah menu Vector kemudian pilih Spatial Query dan Spatial Query lagi.



15. Pada jendela Spatial Query, pilihlah pada kolom Select source features from dengan peta WDPA_IDN_May2016-polygons. Centanglah 109 Selected geometries yaitu National Park dan Nature Reserve dengan GIS_AREA lebih besar dari 60 (hasil serangkaian query peta pertama). Untuk kolom Where the feature, pilihlah Within dari combo box yang tersedia. Selanjutnya, pilihlah peta indo_poly pada Reference features of. 1 geometri yang terpilih, yaitu Pulau Sulawesi juga harus dicentang. Dan terakhir pilihlah Create new selection pada kolom And use the result to. Setelah itu klik tombol Apply di kanan bawah.


16. Dari proses ini terpilih 10 poligon yang merupakan National Park dan Nature Reserve dengan GIS_AREA lebih besar dari 60 dan terletak di Pulau Sulawesi.